Oleh: Said Aqil Siradj
Ekstremisme dan Radikalisme Penyebab Perpecahan.
Berkat kemenangan besar dalam Perang Hunain, kaum Muslim mendapatkan harta ghanîmah yang sangat banyak; ribuan sapi, unta, kambing. Rasulullah kemudian membagi-bagikannya di Ji‘ranah sekalian memulai miqat umrah. Umat Islam yang kala itu menjadi mayoritas, bersikap sombong. Mereka berbangga dengan jumlah mereka yang banyak. Wa yauma hunainin in a‘jabatkum katsratukum ….
Pembagian ghanîmah pada waktu itu juga memang agak lain dari biasanya. Yang senior; Abu Bakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., Ali r.a., dan para sahabat senior lainnya tidak dikasih satu ekor pun. Sedang yang mualaf, Abu Sufyan Al-Bakhtari, dikasih 100 unta dan 100 sapi. Lalu, ada seorang yang protes, namanya Khuwaishir. Dalam Syarh Shahîh Muslim li Al-Nawawi, Khuwaishir ini digambarkan kepalanya botak, janggutnya panjang, dan gamisnya setengah kaki.
Oleh: M. Amien Rais
Oleh: Ali Audah


